Target Investasi Tidak Terganggu Kenaikan BBM

Target Investasi Tidak Terganggu Kenaikan BBM

- detikFinance
Kamis, 15 Mei 2008 16:55 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) optimistis target investasi 2008 sebesar 15,2% akan terlampaui meski nantinya akan ada kenaikan harga BBM.

Optimisme ini berdasarkan realisasi investasi kuartal I 2008 yang telah naik 86% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Demikian disampaikan Kepala BKPM Muhammad Lutfi di gedung Departemen Perindustrian (Depperin) Gatot Subroto, Kamis (15/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk realisasi investasi tahun ini kami sangat-sangat optimis realisasi untuk tahun ini akan melampau target yaitu 15,2 % dari realisaisi tahun 2007 yang berjumlah US$ 14 miliar lebih," katanya. Pada kuartal I 2008 nilai total investor asing dan domestik mencapai US$ 8 miliar.

Dari pencapaian di kuartal I, investor yang paling besar menanamkan uangnya berasal dari Singapura terutama di sektor telekomunikasi. Sedangkan untuk keseluruhan sektor pulp and paper masih mendominasi.

"Tetapi ada beberapa koreksi untuk minat investasi. Jadi seperti tahun 2005 minat investasi asing dan domestik terjadi koreksi sekarang kita menghitung dengan cara yang baru, tetapi kalau pakai cara yang lama ada koreksi minat lumayan besar sekitar 40% tetapi realisasi naiknya 86%," katanya.

Untuk proyeksi pada semester kedua tahun ini, ia tidak melihat adanya perlambatan namun kalau pun terjadi paling terburuk lebih pada penundaan.

Meskipun ia mengakui, dalam kasus kenaikan BBM tahun 2005 yang terjadi dua kali, terjadi perlambatan mencapai 30% antara tahun 2005 hingga 2006.

"Kalau dilihat dari seluruh dunia itu adanya perlambatan, tetapi kalau dilihat dari investasi bukan perlambatan tetapi penundaan. Jadi ditunda, 2006 ada perlambatan tapi tahun 2007 itu naik 72% dibanding 2005. Artinya ada penundaan. Kalau PMDN kami melihat ada tendensi penururan terhadap realisasi dengan minat itu turun 27%," ungkap Lutfi


(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads