"Justru dengan adanya BBM naik kita optimis terutama dari pembeli institusi di luar perorangan, seperti perusahaan untuk menghemat biaya operasional," kata Wakil Presiden Direktur IAMI Johannus Nangoi, di Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Hal ini menurut Nagoi tidak terlepas dari karakteristik mesin diesel yang bandel dan irit. Bahkan di belahan dunia Eropa mobil diesel kian digemari, terbukti dari komposisi angka penjualannya yang terus naik dari tahun ke tahun.
"Namanya perusahaan membutuhkan mobil tahan banting, dan operasional murah, mereka akan utamakan ke arah kesana, enggak perlu ngebut. Ini memang cocok untuk pasar perkotaan," ujarnya.
Ia mencontohkan penjualan Isuzu Panther tahun ini menunjukan tanda-tanda yang meyakinkan dibandingkan dengan tahun lalu. Rencananya pihak Isuzu akan mengembangkan generasi baru sebagai pengganti Panther.
"Panther baru lagi dipikirkan pengganti Panther, setidaknya sama dengan Panther. Maka setelah itu maka Panther lama akan distop," ucapnya.
Hingga kini Isuzu Panther telah diekspor ketiga negara yaitu Filipina sebanyak 700 unit per bulan, lalu India dan Vietnam dalam bentuk ekspor CKD untuk body tanpa mesin. (hen/ir)











































