Namun Menneg PPN/Kepala Bappenas tidak menyebutkan apakah itu berarti akan ada APBNP-2008 yang kedua. Pemerintah sebelumnya telah mempercepat pembahasan APBNP-2008 seiring perubahan yang cepat dalam lingkungan dunia.
Menurut Paskah, perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi di tahun ini, pemerintah akan menurunkan targetnya menjadi di kisaran 6 sampai 6,2 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Sementara untuk jadwal pertemuan dengan DPR, Paskah mengatakan kemungkinan pekan depan sudah akan dibicarakan dengan DPR. Dengan begitu pemerintah berarti mensinyalir akan ada perubahan APBN P 2008 lagi.
Β
"Asumsi dengan sendirinya ada perubahan tapi belum begitu mendesak, tapi asumsinya pasti berubah, namun harus segera dlaksanakan dalam jdwalnya nanti," terangnya
Β
Untuk asumsi ICP Paskah mengatakan akan diubah asumsi tersebut dimana di APBN P2008, asumsi harga ICP adalah US$ 95 per barel.
Β
"Kita segera akan bicarakan DPR asumsi berapa yang akan dipasang dalam APBN. Sekarang asumsi ini (US$ 95 per barel),sekarang asumsi di APB asumsi ICP akan dipasang US$ 100 per barelnya," paparnya.
Kejar Target Privatisasi
Pemerintah akan mengejar target realisasi privatisasi BUMN pada semester II-2008, sebab sampai saat ini belum ada satu pun BUMN yang masuk dalam daftar privatisasi terealisasi rencananya.
"Saat ini prosesnya kan masih berjalan, DPR juga baru melakukan sidang. Jadi masih perlu waktulah," ungkap Menneg BUMN Sofyan Djalil yang ditemui ditempat yang sama.
Β
Sofyan mengatakan pemerintah sangat mengharapkan dengan masa persidangan DPR yang baru akan dimulai ini akan menetapkan persetujuan mengenai privatisasi BUMN.
Β
"Yang paling memungkinkan untuk dilakukan di tahap awal pada beberapa BUMN kan, yang pertama PTPN dan BUMN-BUMN Karya," imbuhnya.
Β
Untuk PTPN sendiri memang pada daftar privatisasi BUMN di 2008 pemerintah berencana melakukan privatisasi terhadap 3 PTPN yaitu PTPN III, PTPN IV dan PTPN VII.
Β
"Tapi yang lain juga bisa, pokoknya kita lihat siapa yang lebih siap. Sekarang mereka sedang melakukan persiapan-persiapan," katanya..
(dnl/qom)











































