Dari total data distribusi sementara, itu pun masih bersifat mentah artinya masih perlu diolah lagi.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia Hana Suryana saat dihubungi detikFinance, Senin (19/5/2008).
"Kita baru terima dari BPS data 13 juta rumah tangga miskin, dari 19,1 juta. Itu pun masih data mentah yang harus kita klasifikasikan datanya," ujarnya.
Menurut Hana, dari data yang telah distribusikan oleh BPS, masih perlu diolah kembali oleh pihaknya. Terutama dalam pembagian spesifikasi wilayah termasuk kelurahan untuk semua rumah tangga dan pembagian kualifikasi rumah tangga miskin, sangat miskin, hampir miskin dan peserta program keluarga harapan (PKH).
Mengenai waktu pendistribusian, ia belum bisa memastikan kapan waktunya. Namun dari pengalaman penyaluran BLT tahun 2005 ia memperkirakan setelah adanya pengumuman kenaikan BBM, semua penerima BLT sudah mendapat kupon atau paling tidak bisa didistribusikan 1 hingga 2 hari setelahnya.
"Kita memang belum tahu, kapannya belum jelas. Bahkan mengenai jumlah pemberian uangnya apakah sekali 3 bulan sekaligus atau satu bulan," ucapnya. (hen/ir)











































