Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
"Tapi kan harus dilihat kesiapan eksternal. Kalau kita lihat seperti BUMN perkebunan itu sudah oke, semen juga oke. Untuk PTPN ketiga-tiganya sudah tidak ada masalah jadi mereka sudah siap," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
langsung dipimpin Ketua DPR, diharapkan pelaksanaan privatisasi BUMN akan
lebih cepat mendapatkan persetujuan DPR.
Target privatisasi BUMN tahun ini memang lebih rendah dari tahun sebelumnya yakni Rp 500 miliar.
Pemerintah tidak akan lagi mengambil keputusan sendiri dalam menentukan langkah privatisasi BUMN. Pemerintah akan mendengarkan hasil kajian yang dibuat oleh BUMN yang akan diprivatisasi sehingga hasil yang didapat menjadi lebih baik untuk meningkatkan kinerja BUMN sesuai yang diharapkan.
"Kita tidak akan mengambil langkah sendiri, contohnya seperti Krakatau Steel, kita akan mendengarkan hasil kajian dari manajemen untuk pengambilan keputusan agar sesuai dan diterima semua pihak," tandasnya.
Memang saat ini Kementerian BUMN sendiri meminta BUMN yang akan diprivatisasi untuk melakukan kajian internal mengenai opsi terbaik yang dapat dilakukan dalam rangka privatisasi, contohnya seperti pada Krakatau Steel dan BTN (Bank Tabungan Negara).
"Pokoknya untuk privatisasi kita dengar pendapat analisis direksi, yang penting BUMN bisa lebih berkembang, dan saat ini BUMN yang akan diprivatisasi sudah menunjuk konsultannya masing-masing untuk persiapan," jelasnya.
(dnl/ddn)











































