Β
Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung dalam acara konferensi pers di gedung Departemen Pekerjaan Umum (PU), Kamis (22/5/2008).
Β
"KKDM sudah menyatakan sudah angkat tangan karena modal yang harus disediakan cukup besar dari total investasi Rp 6,2 triliun sedang equiti yang harus disediakan 2 triliun, ini tidak mudah," ujar Nurdin.
Β
Untuk selanjutnya Nurdin akan menindaklanjuti beberapa hal ini termasuk upaya-upaya agar tetap tol Becakayu tetap berlangsung termasuk menawarkan ke pihak Jasa Marga.
Β
Namun katanya keputusan tersebut tergantung dari kesepakatan bisnis antara pihak KKDM dengan pihak Jasa Marga atau pun pihak investor lainnya.
Β
"Walaupun kami membuka peluang dengan siapa saja, termasuk Jasa Marga," tambahnya.
Β
BPJT juga akan melakukan evaluasi kembali mengenai kelayakan dari proyek tersebut mengingat investasi dari proyek itu cukup besar.
Β
Ruas Tol Becakayu merupakan hasil tender sejak tahun 1997 yang sempat terhenti pengerjaannya sejak lama. Sebanyak 15 bank dan 1 perusahaan sekuritas sebelumnya telah bersindikasi untuk mendanai tol Becakayu sepanjang 22 km ini.
Total investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 5,74 triliun, dan 30% akan diusahakan oleh kontraktor, sementara 70% didanai oleh sindikasi tersebut. Jangka waktu kreditnya berjangka 12 tahun.
Penandatanganan kredit sindikasi tol becakayu telah ditandatangani pada 16 Januari 2008 solam. Pembangunan Becakayu akan dilaksanakan oleh KKDM, yang 44,47% sahamnya dimiliki PT Tirtobumi Prakarsatama, 35,26% milik PT Citra Mandisi Sukses Sejati, 2,02% milik PT Remaja Banguna Kencana, 16,75% milik PT Indadi Utama dan 6,75% milik PT Jasa Marga.
Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(hen/qom)











































