SB Minta BLT yang Ditolak Dijadikan Program Padat Karya

SB Minta BLT yang Ditolak Dijadikan Program Padat Karya

- detikFinance
Kamis, 22 Mei 2008 17:15 WIB
Jakarta - Pemberian bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM banyak mendapat penolakan dari daerah. Penyebabnya, mereka takut penyaluran BLT akan menimbulkan kekisruhan.

Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menilai, penolakan daerah itu seharusnya tidak diterima begitu saja. Pemerintah seharusnya dapat mengubah BLT menjadi program padat karya.

"Kalau memang menolak harus melakukan negosiasi BLT itu diserahkan untuk membuat program padat karya," kata pria yang akrab disapa SB ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan dia usai mengunjungi Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (22/5/2008).

SB juga mengaku tidak terlalu setuju dengan BLT. Kebijakan itu dinilainya mendidik masyarakat menjadi peminta-minta.

"Mestinya dipakai untuk membuat jalan di pedesaan. Pekerjanya orang miskin sehingga mereka dapat uang dari keringat sendiri," ujarnya. (ken/nrl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads