Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menilai, penolakan daerah itu seharusnya tidak diterima begitu saja. Pemerintah seharusnya dapat mengubah BLT menjadi program padat karya.
"Kalau memang menolak harus melakukan negosiasi BLT itu diserahkan untuk membuat program padat karya," kata pria yang akrab disapa SB ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SB juga mengaku tidak terlalu setuju dengan BLT. Kebijakan itu dinilainya mendidik masyarakat menjadi peminta-minta.
"Mestinya dipakai untuk membuat jalan di pedesaan. Pekerjanya orang miskin sehingga mereka dapat uang dari keringat sendiri," ujarnya. (ken/nrl)











































