Sebelum terjadi kekosongan, antrean panjang tampak terlihat di SPBU-SPBU itu. Antrean panjang itu didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua. Habisnya pasokan bukan karena terbatasnya pasokan dari Depo Pertamina di Tanjung Wangi Kabupaten Banyuwangi, tetapi karena pembelian BBM yang berlebihan.
"Warga panik dengan isu kenaikan harga BBM, jadi mereka membeli dalam jumlah banyak," kata Huda, salah satu petugas di SPBU Jember.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
motornya penuh. Mereka kemudian mengeluarkan isi tangki dan membeli lagi
di SPBU yang berbeda.
Menurut Huda, di SPBU tempat kerjanya, pasokan BBM sebanyak 16.000 liter habis hanya dalam tempo 4 jam.
Padahal biasanya pasokan sebanyak itu habis dijual sejak pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB.
"Sore dapat pasokan lagi untuk penjualan malam. Sebenarnya jatahnya cukup, tetapi pembelian sekarang luar biasa," tambahnya.
Kekosongan premium juga terlihat di SPBU jalan Gajah Mada Jember. Sebelumnya, nampak antrean panjang juga di SPBU tersebut, begitu juga di SPBU Mangli-Jember.
Karena pasokan bensin jenis Premium kosong, tidak sedikit warga yang terpaksa beralih ke bensin jenis Pertamax. "Daripada tidak bisa jalan," ujar Evi, salah seorang pengendara motor.
Huda menyarankan agar warga tidak panik dan membeli premium dalam jumlah
semestinya. Pasokan bensin di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember akan normal
kembali nanti malam, ketika kiriman BBM dari Depo Pertamina di Banyuwangi tiba.Β
(bdh/ddn)











































