Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani dalam jumpa pers kenaikan BBM di Graha Sawala, Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
Langkah yang telah dilakukan pemerintah antara lain pemotongan belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp 30,3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk PLN tahun ini dari berbagai efisiensi yang dilakukan maka penurunan biaya public service obligation (PSO) sebanyak 5 triliun, dan dari efisiensi Pertamina akan menurunkan biaya PSO Rp 7 triliun.
Pemerintah juga menargetkan penerimaan negara Rp 20 triliun dari intensifikasi PPh di sektor-sektor yang tengah mengalami booming harga seperti sektor pertambangan dan perkebunan.
Untuk meningkatkan penerimaan pajak, pemerintah akan mengenakan Pajak Ekspor (PE), dana yang ditargetkan terkumpul sekitar Rp 1 triliun per bulan. Intensifikasi kantor pajak dan bea cukai pun tetap dilakukan
Pemerintah akan menerima windfall profit dari penerimaan migas sekitar Rp 41 triliun.
"PPh migas kita akan ditingkatkan dari Rp 53 triliun menjadi Rp 61,4 triliun
sedangkan penerimaan negara bukan migas Rp 182 triliun akan menjadi Rp 216 triliun," ujarnya. (ddn/ir)











































