Namun BLT untuk warga miskin Meksiko itu diberikan dalam rangka meredam lonjakan harga pangan, bukan karena kompensasi atas kenaikan harga BBM sebagaimana diberikan pemerintah Indonesia.
Pengumuman pemberian BLT itu dilakukan sehari setelah Meksiko memangkas tarif impor bahan pangan seperti jagung, gandum dan beras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BLT itu akan diberikan kepada 26 juta rakyat miskin di negara Amerika Latin tersebut. BLT itu berarti lebih dari 2 kali lipat dari upah minimum Meksiko yang sebesar 50 peso per harinya.
Negara-negara di berbagai belahan di dunia kini sedang menghadapi tantangan untuk melindungi rakyat miskin dari tekanan lonjakan harga pangan dan energi.
Indonesia adalah salah satu yang melakukannya yakni dengan mengurangi subsidi BBM dengan menaikkan harga 28,7% dan mengalihkannya dengan memberikan BLT kepada warga miskin, mahasiswa tidak mampu. Untuk warga miskin BLT sebesar Rp 100 ribu per bulan, sementara mahasiswa Rp 500.000 per semester untuk 400 ribu mahasiswa di seluruh dunia.
Sementara AS juga memberikan potongan pajak yang hampir menyerupai BLT. Potongan pajak yang diberikan kepada 117 juta rumah tangga di AS itu ditujukan untuk meningkatkan perekonomian AS yang sedang lesu setelah dihantam krisis subprime mortgage.
BLT ala AS itu adalah berupa potongan pajak yang diberikan oleh warga AS senilai US$ 600, sedangkan warga yang sudah berumah tangga akan menerima 2 kali lipatnya. Potongan pajak itu merupakan bagian dari paket kebijakan ekonomi presiden Bush senilai US$ 150 miliar untuk meningkatkan ekonomi dan juga konsumsi masyarakat AS yang sempat turun drastis. (qom/ddn)











































