Kalla: RI Tumbuh Luar Biasa di 2011

Kalla: RI Tumbuh Luar Biasa di 2011

- detikFinance
Jumat, 30 Mei 2008 16:56 WIB
Kalla: RI Tumbuh Luar Biasa di 2011
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla yakin Indonesia akan tumbuh luar biasa pada 3 tahun mendatang. Indonesia di saat itu bahkan akan melampaui India yang kini menjadi salah satu macan di Asia.

Hal tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/5/2008).

"Yakinlah negara pada 2011 akan luar biasa pertumbuhannya, infrastruktur sudah jalan, rumah susun sudah jadi, kebun sawit yang sekarang baru ditanam sudah panen, produksi beras dan gula yang cukup, kita akan menjadi negara yang pertumbuhannya melebihi India," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus optimis jangan banyak orang mengolok-olok negeri ini," ujarnya.

Meski harga BBM naik, lanjut Kalla, suatu saat daya beli masyarakat akan kembali pulih. "Harga BBM pada suatu saat daya beli kita lebih baik akan kita kembalikan ke harga keekonomiannya. Saat ini ada dua yang krusial listrik dan minyak tanah, maka tentu yang lainnya lebih mudah dijaga. Saya tidak mengatakan harganya sesuai komersial, tapi memenuhi harga keekonomiannya," ujarnya.

Bersamaan dengan itu pemerintah akan memperbaiki sistem transportasi massal, apakah itu busway, subway, kereta, dalam dua tahun ini.

"Kita lihat harga keekonomian setelah kebutuhan energi untuk rakyat kecil selesai, yang paling pokok itu minyak tanah, kalau harga minyak tanah terlalu jauh dengan solar, itu tidak baik karena memancing pengoplosan. itu tidak sehat. misalnya, perbedaannya empat kali, habis itu mitan dioplos orang.

RI Kembali Masuk OPEC


Mengenai keanggotaan RI di Organisasi Pengekspor Minyak (OPEC), Kalla kembali menegaskan jika produksi minyak RI sudah lebih tinggi dari konsumsi maka RI bisa masuk lagi jadi anggota OPEC.

"Kalau kita bisa menekan konsumsi dari 1,2 juta barel pada dewasa ini menjadi 800.000-900.000 barel pada 2010. Pada saat yang sama 2010 Cepu dan lain-lain produksi, misalnya tambah 300.000 barel per hari sudah aman. Jadi kuncinya dua, kurangi konsumsi tingkatkan produksi, pada 2010 akan surplus, pasti bisa kita masuk jadi anggota OPEC lagi," yakinnya.

Kalla mengakui pentingnya peran OPEC, tanpa OPEC, harga minyak tidak bisa stabil. "Nah sekarang ini kan sudah terlalu tinggi terasa kita perlu konsentrasi agar kita pada waktunya meningkatkan produksi yang cukup. Kalau strateginya begini bagaimanapun untuk produksi minyak itu butuh 5 tahun dia eksplorasi sampai ekploitasi dan produksi," ujarnya. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads