Hal ini disampaikan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
"Beras harganya fluktuatif 1,84 persen, kalau daging ayam turun 4 persen, sapi fluktuasinya 0,33 persen, minyak goreng fluktuatif 1,03 persen, gula turun 0,18 persen dan cabe rawit 7,9 persen turunnya," tuturnya.
Sementara untuk harga beras, Bayu mengatakan pemerintah memakai 3 indikasi untuk pemantauan komoditas ini. Pertama produksi dalam negeri, kedua perkembangan harga dan ketiga adalah kemampuan pemerintah untuk menumpuk dtok yang ada di Bulog.
"Dari Januari sampai dengan Mei produksi beras tercatat lebih tinggi 0,81 persen dibanding periode yang sama di 2007. Kekeringan sampai Mei 2008 luasnya 19.900 ha, pada periode yang sama tahun lalu luas lahan yang kekeringan 237 ribu Ha," paparnya.
Dijelaskannya periode kedua panen di tahun ini untuk beras diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga Agustus yang diperkirakan memproduksi 10 juta ton gabah.
"Pada Agustus-September baru akan sampai di pasar, jadi timing bagus karena September Ramadhan, biasanya demand meningkat, penumpukan stok di Bulog di 2008 ini tertinggi dalam 5 tahun terakhir," jelasnya.
Sementara pengaruh kenaikkan harga BBM terhadap kenaikkan pangan, Bayu mengatakan ada 2 unsur produksi pangan yang biayanya naik.
"Pertama pupuk karena BBM naik biaya produksi pupuk juga naik tinggi. Kedua transportasi, tapi dari seluruh biaya pengadaan pangan, biaya transportasi hanya 3-5 persen dari biaya produksi," urainya.
(dnl/qom)











































