Hal tersebut disampaikan Tortama KN II BPK RI Sjafri A. Baharuddin ketika dihubungi wartawan, Rabu (4/6/2008).
"Kita memang mengharapkan ada kemajuan yang signifikan jadi Ketua saya (Anwar Nasution) memang seperti itu, istilahnya dia geregetan ingin lihat yang baik, sudah 10 tahun reformasi, 4 tahun UU Keuangan Negara kok masih pelan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sjafri meminta permasalahan disclaimer tidak dikaitkan semata-mata dengan pemeriksaan pajak, biaya perkara MA dan penerimaan migas. "Tanpa ketiga itu pun tetap disclaimer, tolong dicatat itu," ujarnya.
BPK Baru Jadi Mualaf
Auditor BPK juga menurutnya masih melakukan pembelajaran dalam audit setelah sebelumnya peran pengawasan dikebiri. BPK juga perlu waktu untuk menyempurnakan proses auditnya.
Hal tersebut disampaikan Tortama KN II BPK RI Sjafri A. Baharuddin ketika dihubungi wartawan, Rabu (4/6/2008).
"Ada gak 1 institusi di dunia yang isinya nabi semua, anda juga tahu kan BPK baru bergerak dalam reformasi ini. Dulu kan nggak ada BPK, adanya BPKP tempat saya dulu. BPK dulu nabi bonsai, sekarang baru jadi mualaf," ujarnya.
Dalam 4 tahun terakhir ini, BPK menerima tenaga-tenaga baru yang luar biasa. "Itu dia butuh waktu, anda juga kan gak bisa tiba-tiba langsung SMP, jadi jangan dibilang auditornya salah juga dong, kita disini bekerja keras kok untuk meninggikan mutu kita. Kita kerja keras siang malam, jadi kita akui kita belum sempurna. Jadi BPK terus belajar, dan kita juga akui ada usaha perbaikan dari pemerintah dan kita akui ada kemajuan, kan ada beberapa departemen yang naik pangkat opininya," ujarnya panjang lebar.
(ddn/ir)










































