Malaysia Naikkan Harga BBM

Malaysia Naikkan Harga BBM

- detikFinance
Kamis, 05 Jun 2008 10:18 WIB
Malaysia Naikkan Harga BBM
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM. Malaysia akan menggunakan harga BBM berfluktuasi sesuai mekanisme pasar dengan subsidi sebesar 30 sen per liter.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi menjelaskan, harga baru yang ditetapkan sesuai dengan mekanisme pasar masih memasukkan subsidi sekitar 30 sen per liter.

Dengan demikian, jika harga bensin di pasar adalah 3 Ringgit Malaysia (RM) per liter, maka warga Malaysia cukup membayarnya RM 2,70 per liter. Harga itu akan disesuaikan tiap bulan menyesuaikan dengan harga internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mekanisme penetapan harganya menyerupai dengan penetapan harga BBM non subsidi seperti Pertamax oleh Pertamina, yang diubah setiap bulannya.

"Warga Malaysia masih membayar lebih rendah dari harga pasar karena bensin masih menjadi perhatian utama," ujar PM Badawi dalam konferensi persnya saat mengumumkan harga BBM baru Malaysia seperti dikutip dari The Star, Kamis (5/6/2008).

Meski menaikkan harga BBM sesuai mekanisme pasar, namun harga BBM di Malaysia masih tetap lebih rendah jika dibandingkan Singapura.

Harga BBM baru Malaysia adalah: bensin RM 2,70 atau sekitar Rp 7,750 per liter, solar RM 2,58 atau sekitar Rp 7.400 per liter. Harga akan berubah lagi setiap bulannya.

Sebagai perbandingan, harga bensiun premium di Thailand adalah RM 3,90 atau sekitar Rp 11.200, Singapura RM 5,20 atau sekitar Rp 15.000, Indonesia RM 2,07 atau Rp 6.000 dan India RM 4 atau sekitar Rp 11.500.

Sementara harga solar di Thailand adalah sekitar Rp 10.055, Singapura Rp 12.125, Indonesia Rp 5.500 dan India sekitar Rp 7.800 per liternya.

Dengan kenaikan harga BBM tersebut, pemerintah Malaysia akan menghemat sekitar RM 13,7 miliar atau sekitar Rp 40 triliun yang akan digunakan untuk berbagai subsidi.

Menurut PM Badawi, penghematan itu akan digunakan RM 4 miliar untuk Kebijakan Pengamanan Suplai Makanan Nasional, RM 1,5 Miliar untuk subsidi minyak goreng, RM 400 juta untuk subsidi beras impor.

Pemerintah Malaysia juga akan membelanjakan RM 200 juta untuk subsidi tepung, RM 100 juta untuk subsidi roti.

Sebagaimana pemerintah Indonesia, PM Badawi juga mengaku siap tidak populis setelah menerapkan kebijakan ini.

"Kebijakan kita ini tentu saja bukan untuk mencoba populer namun kami mencari cara terbaik untuk membantu warga. Kami tidak bisa menyenangkan setiap orang," ujarnya.

Pemerintah Malaysia menyadari bahwa pengguna transportasi publik akan meningkat setelah kenaikan harga BBM ini. PM Badawi berjanji akan memperbaiki sistem transportasi nasional.

Kenaikan harga BBM ini juga diprediksi akan menaikkan inflasi sekitar 4-5%. Pertumbuhan ekonomi juga diprediksi akan terpengaruh, namun pemerintah Malaysia meyakini masih akan tumbuh hingga 5%.


(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads