Hal tersebut Auditor Utama Keuangan Negara II BPK Syafri A. Baharuddin dalam acara Media Workshop BPK di Kantor Pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
"Jumlah utang luar negeri sekitar Rp 450 triliun kita tidak meyakini datanya, dengan banyak alasan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syafri juga mengatakan untuk penghitungan jumlah utang ini masih terdapat perbedaan utang luar negeri antara Dirjen Pengelolaan Utang dengan Bank Indonesia.
(dnl/ddn)










































