Menurut Sekretaris Perusahaan PT PLN (persero) Supriyanto, defisit listrik terjadi karena tiga pembangkit besar yaitu PLTU Cilacap, PLTU Paiton dan PLTU Suralaya terganggu.
PLTU Cilacap yang dikelola swasta, yaitu PT Segara Sumber Prima mengalami penurunan daya (derating) karena pasokan batubaranya terhambat. Akibatnya, pembangkit hanya bisa beroperasi 260 MW.
PLTU Paiton unit 8 (2x600 MW) yang juga dikelola swasta, yaitu PT Paiton Energy Company (PEC) pun masih terganggu karena masalah teknis. Sehingga satu dari dua unit yang ada tidak beroperasi dan pasokan listrik 600 MW pun hilang.
Sementara PLTU Suralaya juga terganggu karena masalah teknis sehingga menambah pasokan listrik yang hilang sebesar 600 MW.
"Karena hal-hal tersebutlah, malam ini diperkirakan defisit 1.100-1.200 MW. Makanya kami meminta pelanggan untuk membantu dengan menghemat pemakaian malam ini," katanya ketika dihubungi wartawan, Senin (16/6/2008).
Perkiraan defisit sebesar ini menggunakan asumsi beban puncak sebesar 15.800 MW. Jadi kalau pelanggan mau berhemat sehingga beban puncaknya berkurang, maka defisit juga bisa berkurang. Namun Supriyanto menjelaskan, malam ini PLTU Suralaya diharapkan sudah bisa pemanasan sehingga besok pagi sudah bisa beroperasi.
Pemadaman listrik sudah mengintai sejak pagi hari. Misalnya wilayah Jatimelati, Pondok Gede, mengalami pemadaman listrik yang sangat menjengkelkan sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Warga menyesalkan pemadaman tersebut karena dilakukan tanpa pemberitahuan.
(lih/qom)











































