"Untuk para pengusaha yang masih mengeluh, kan seperti yang saya sampaikan dan mungkin saya akan bertemu Kadin dalam kapasitas sebagai Menko atau Menkeu. Kalau mereka ada keluhan saya selalu bisa melacak," ujar Sri Mulyani yang kini merangkap sebagai Menko Perekonomian itu.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani usai mengikuti ratas di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/6/2008) menanggapi adanya keluhan dari pengusaha tentang masih adanya kutipan meski sebelumnya sudah ada penggerebekan Komisi Pemberantasan Korupsi di Bea Cukai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semangat melayani tetap bagus, kemudian suasana kerja mereka tidak menjadi ketakutan dan mereka juga harus kita jaga dari sisi integritas dan kebanggaan untuk menjadi jajaran di Bea Cukai," jelasnya.
Sementara kepada para pengusaha, jika masih ada kutipan dari para petugas bea cukai, mereka harus melaporkannya ke PO BOX milik Depkeu atau ke Dirjen Bea Cukai.
"Barangnya apa, di pelabuhan mana, kontainer nomor berapa, perusahaannya apa. Sampaikan kepada saya. Kalau mereka merasa dikutip sampaikan kepada kami, di sana ada PO Box, atau ke Dirjen Bea Cukai," tegasnya.
"Kalau mereka merasa di-harrash atau diintimidasi oleh anak buah saya, sampaikan kepada saya. Saya akan senang. Spesifik petugasnya siapa, kontainer nomor berapa, Anda importir siapa. Jangan lupa di republik kita ini, kita punya lebih dari 9.000-10.000 importir dan eksportir. Yang benar-benar bagus masuk dalam jalur prioritas. Itu mereka sudah sangat kita layani dengan baik," urainya.
Menurut Sri Mulyani, berdasarkan pengalaman selama ini, yang banyak keluhan adalah pengusaha 'jalur merah' atau yang disebut very high risk importer (VHRI).
"Jadi nanti kalau ada importir yang berkeluh-kesah, tanya dulu Bapak termasuk importir apa? Kalau dia VHRI, memang dia komoditasnya karena alasan keamanan, kesehatan, harus dilihat. Atau karena memang mereka reputasinya hit and run, nah kalau yang seperti itu harus. Jadi, dalam hal ini cukup adil, ditanyakan," imbuhnya.
Sri Mulyani meyakini, jika importir yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang baik, maka mereka pasti tidak diapa-apakan.
"Kalau masih ada, sampaikan ke saya, saya akan koreksi. Tapi kalau ada yang berkeluh-kesah seperti itu sama teman-teman wartawan, tanyakan dulu Bapak bisnisnya apa? Gitu ya? Memang harus kita tangkap," tegasnya.
(qom/ir)











































