Warga Mulai 'Sekolahkan' Harta

Warga Mulai 'Sekolahkan' Harta

- detikFinance
Rabu, 25 Jun 2008 13:14 WIB
Warga Mulai Sekolahkan Harta
Solo - Menjelang masuk sekolah selalu diwarnai dengan banyaknya warga yang 'menyekolahkan' alias menggadaikan barang. Pinjaman warga ke pegadaian meningkat hingga 25%.

Selama bulan Juni, Perum Pegadaian Wilayah Surakarta mencatat peningkatan pinjaman warga hingga 25 persen dibanding bulan-bulan biasa. Angka tersebut diprediksi akan meningkat lagi di bulan Juli.

Demikian disampaikan oleh Pimpinan Perum Pegadaian Wilayah Surakarta, Supatmoko, kepada wartawan di ruang kerjanya di Solo, Rabu (25/6/2008). Perum Pegadaian Wilayah Surakarta membawahi 85 cabang pelayanan di seluruh karesidenan Surakarta dan Pati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada lonjakan peminjaman dari masyarakat. Bila rata-rata setiap bulan mencapai Rp 80 miliar, bulan Juni ini kami sudah mengeluarkan Rp 100 miliar. Angka itu kami prediksi akan meningkat hingga di atas Rp 110 miliar pada bulan Juli, karena kebutuhan membayar sekolah akan berakhir pada bulan Juli," urainya.

Supatmoko mengakui selalu ada lonjakan pinjaman setiap menjelang masuk sekolah dan lebaran. Selain itu kebijakan Perum Pegadaian Wilayah Surakarta dinilainya membantu warga yang hendak mencari pinjaman.

Barang-barang yang diagunkan kebanyakan adalah berupa emas dan berlian. Namun ada juga yang mengagunkan sepeda motor, mobil, televisi dan barang-barang elektronik lainnya hingga telepon genggam. Perum Pegadaian Wilayah Surakarta mencatat, perhiasan yang diagunkan hingga akhir bulan Mei mencapai 540.624 potong.

Secara umum, lanjut Supatmoko, Perum Pegadaian menaikkan nilai pinjaman dengan agunan perhiasan. Bahkan Perum Pegadaian Wilayah Surakarta berani menaikkan nilai pinjaman 10 persen di atas batas yang ditetapkan Perum Pegadaian Pusat, sehingga harga pinjaman hampir sama dengan harga jual.

"Prinsip kami membantu warga agar sebisa mungkin tidak menjual perhiasan miliknya. Harga emas memang terus berubah-ubah, tapi kami selalu memberi harga tak jauh dari harga pasar. Bahkan saat ini emas 24 karat kami berani menghargai Rp 258.500/gram, padahal harga pasar hari ini hanya 257.000/gram," ujarnya.

Keberanian mengambil risiko tersebut, menurut Supatmoko, telah menempatkan Perum Pegadaian Wilayah Surakarta menempati posisi terbaik se Indonesia untuk tingkat pertumbuhan pada semester pertama tahun 2008. Padahal tahun 2007, wilayah Surakarta menempati ranking dua dari bawah.

Supatmoko optimis peningkatan pertumbuhan akan terus berlangsung hingga akhir semester kedua tahun 2008. Hal itu terjadi karena setelah kebutuhan masyarakat untuk biaya sekolah terselesaikan, pada bulan Oktober masyarakat kembali membutuhkan biaya untuk lebaran.


(mbr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads