Hal ini dikatakan oleh Mantan Direktur Hilir Pertamina Harry Purnomo dalam diskusi yang diadakan oleh wartawan FORKEM di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (24/6/2008).
"Infrastruktur distribusi BBM kita belum 100% siap, hal ini dapat dilihat dari banyaknya wilayah yang belum mendapatkan suplai BBM cukup seperti di Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk di Jawa, Jawa Timur paling rawan sementara Jawa Tengah dan Jawa Barat infrastruktur ini sudah siap karena di Jawa Barat sudah ada kilang demikian juga di Jawa Tengah," katanya.
Dijelaskan Harry, Jawa Timur dengan konsumsi 22% dari total konsumsi nasional, alur distribusi BBM hanya ke Surabaya saja. "Jadi Jatim sangat rawan kalau ada shortage di kilang Pertamina," ujarnya.
Jadi untuk penyaluran distribusi BBM ke daerah khususnya di luar Jawa yang justru kegiatan ekonominya berkembang pesat.
"Dan lebih ironis lagi bahwa daerah yang kekurangan tersebut justru daerah yang mengkonsumsi BBM non subsidi," katanya.
(dnl/qom)











































