Demikian disampaikan Menteri Keuangan saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/6/2008) malam.
"Pemerintah akan terus melakukan rekomendasi panja Panitia Anggaran yaitu peningkatan efisiensi PLN melalui penurunan biaya pembelian BBM dari Pertamina dan badan usaha lain serta menurunkan susut jaringan PLN di bawah yang sekarang ini, yaitu 11,2%," tuturnya.
Dia mengatakan harga minyak dunia dan perkembangan konsumsi BBM dalam negeri merupakan dua faktor penting yang resikonya sangat nyata dan sangat berpengaruh ke APBN.
"Oleh karena itu risiko ketidakpastian ini harus terus menerus dimonitor maupun ditangani dengan baik, dan kami akan memformulasikan ini di dalam nota keuangan dan APBN 2009 sesuai pembahasan dengan Panitia Anggaran" tuturnya.
Langkah-langkah penanganan subsidi BBM diharapkan dapat mengurangi resiko ketidakpastian yang terkait dengan tingginya harga minyak, pengendalian konsumsi serta berbagai faktor eksternal perekonomian global yang masih belum pasti.
"Kami juga hati-hati mengelola defisit APBN, sehingga tidak menimbulkan suatu persepsi negatif terhadap pengelolaan ekonomi secara umum maupun di dalam strategi pembiayaan defisit dengan menggunakan instrumen-instrumen secara optimal. Dengan demikian proses penyusunan nota keuangan dan RAPBN," tambahnya.
(dnl/lih)











































