Menurut Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan, karakteristik konsumsi elpiji berbeda dengan minyak tanah yang bisa dengan mudah diganti.
"Memang ada kemungkinan (peralihan). Tapi gas kan beda dengan minyak tanah. Untuk pengangkutan gas lebih sulit berpindah, kalau minyak tanah kan mudah," ujarnya disela-sela diskusi mengenai persaingan usaha di sektor hilir migas, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (30/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara jika ingin beralih dari elpiji 12 kg ke 3 kg, maka harus memiliki tabung elpiji 3 kg. Artinya, harus menyediakan modal untuk membeli tabung tambahan.
Pertamina memang berencana menaikkan harga elpiji 12 kg mulai awal Juli 2008. Kenaikan ini dilakukan untuk meng-cover kenaikan biaya distribusi, transportasi, dan marjin agen.
"Kenaikan elpiji 12 kg karena BBM naik, transport naik, upah naik jadi kenaikan untuk meng-cover itu. Harga elpijinya sendiri tidak naik," ujarnya.
Saat ini harga elpiji baik 12 kg dan 3 kg sama, yaitu Rp 4.250/kg. Sehingga bagi konsumen sama saja menggunakan yang 12 kg atau 3 kg.
Namun jika elpiji 12 kg jadi naik sampai Rp 5.000/kg, maka ada disparitas harga dengan elpiji 3 kg yang masih Rp 4.250/kg. Karena itulah, dikhawatirkan terjadi peralihan konsumsi dari elpiji 12 kg yang disubsidi Pertamina ke elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah. (lih/ir)










































