Berdasarkan paparan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (30/6/2008).
Nilai ekspor minyak dan kondensat ini merupakan nilai tertinggi dibanding nilai ekspor produk migas lainnya seperti gas alam, LPG, dan LNG.
"Sampai Mei 2008, nilai realisasi ekspor minyak mentah dan kondensat US$ 6,61 miliar. Sedangkan ekspor gas alam sebesar US$ 1,36 miliar," katanya.
Volume ekspor gas alam senilai US$ 1,36 miliar itu mencapai 123.317,4 BBTU (billion british thermal unit). Sementara untuk realisasi ekspor LPG sampai jangka waktu yang sama mencapai 100.525,28 matrik ton dengan nilai US$ 79,01 juta. Dan realisasi ekspor LNG sebesar 163 kargo dengan volume 8,73 juta matrik ton senilai US$ 5,62 miliar.
Terkait ekspor LNG dari lapangan gas Tangguh, Papua, pemerintah telah melakukan perundingan kembali dengan 4 pembeli LNG untuk mendapat perbaikan harga. Yakni Fujian, Sempra, K-Power dan POSCO.
(lih/ddn)











































