Krisis Listrik Tunda Ekspansi Industri Lokal

Krisis Listrik Tunda Ekspansi Industri Lokal

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2008 19:05 WIB
Krisis Listrik Tunda Ekspansi Industri Lokal
Jakarta - Krisis listrik telah menghambat investasi khususnya ekspansi di sektor industri.  Untuk itu pemerintah meminta ada pembicaraan secara bisnis antara perusahaan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Kalangan industri meyakini terjadi hambatan karena kelangkaan listrik, tapi masih belum terekam dengan jelas," ujar Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai rapat kerja dengan komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2008).

Ia mengungkapkan salah satu yang merasakan dampaknya adalah usaha downstream CPO di Sumatera Utara yang hampir setiap hari terkena pemadaman. Hal tersebut mengakibatkan ekspansi tertunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau itu masalahnya konsep business to business harus ditempuh tidak bisa pemerintah ikut campur lagi. Sebab orang sudah tahu keterbatasan listrik karena apa. Jadi bagaimananpun biar dihukum gantung direksi dan komisaris PLN, PLN tetap tidak bsia berbuat apa-apa," Tambahnya.

Menurutnya skema bisnis adalah pembicaraan antara perusahaan dengan PLN dengan prinsip insentif dan disinsentif. Sehingga pengusaha yang dirugikan pun bisa mendapat kompensasi

Anggaran Depperin Masih 16%


Terkait penyerapan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Departemen Perindustrian hingga 16 Juni 2008 Departemen Perindustrian baru melakukan realisasi DIPA sebesar 16,15% atau sebesar Rp 309,586 miliar.

"Saya akui angka ini jauh dari target yang kami tetapkan yakni realisasi hingga 30% pada akhir Juni 2008," Ungkapnya.

Hal ini disebabkan program restrukturisasi mesin TPT masih tahap verifikasi dan revisi atas perubahan penghematan 15% menjadi 10% belum sepenuhnya disetujui Departemn Keuangan.

"Selain itu kegiatan melalui lelang umum hampir seluruhnya terhambat akibat proses pemotongan tersebut," keluhnya.
(arn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads