SBY Sedih Harga Minyak Dunia Tembus US$ 143

SBY Sedih Harga Minyak Dunia Tembus US$ 143

- detikFinance
Senin, 30 Jun 2008 23:55 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia yang menembus USD 143 per barrel membuat Presiden SBY sedih dan cemas. Hanya dengan kerja keras dan kebersamaan seluruh masyarakat dunia, dia yakin ancaman krisis energi lebih besar dapat diatasi.

Hal ini ia ungkapkan dalam silaturahim dengan peserta Musyawarah Kubro Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, di Jakarta, Senin (30/6/2008).

"Terus terang saya sedih dan cemas pikirkan nasib dunia dan bangsa kita. Barangkali ada 10 SBY pun nggak ada yang bisa menahan harga minyak di atas USD 143," ujar SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tingkat dunia ada fenomena saling salah menyalahkan mencari penyebab meroketnya harga minya. Pihak konsumen menuding negara produsen minyak, produsen tuding spekulan, dan spekulan ganti menuding sikap boros konsumen sebagai biang keladi krisis energi.

Sementara di dalam negeri, masih ada saja sebagian kalanganm yang  tidak menyadari bahwa krisis energi adalah masalah global. Bukannya melakukan langkah konkrit untuk membantu kesulitan masyarakat miskin, tapi mereka malah sibuk mencari-cari kesalahan lainnya.

"Mari selesaikan masalah. Jangan kita saling tuding sana sini. Jangan terlalu banyak bicara, tapi kerja. Mengurangi kemiskinan bukan buka teriak-teriak ke sana ke mari tapi tidak melakukan apa-apa. Mari lakukan kerja nyata yang hasilnya bisa dirasakakan rakyat," seru presiden. (lh/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads