Sementara sampai akhir tahun pemerintah memperkirakan konsumsi BBM akan mencapai 39 sampai 40 juta KL yang lebih tinggi dari asumsi konsumsi APBN-P yang sebesar 35,5 juta KL.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (2/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggito menjelaskan dengan tingginya harga minyak dunia saat ini, penerimaan negara juga naik dan akan berpengaruh pada surplus anggaran.
Namun begitu, Anggito menghimbau untuk K/L (Kementerian/Lembaga) untuk berinisiatif melakukan penghematan, karena pemerintah tidak akan lagi melakukan pemotongan anggaran K/L.
"Tidak ada pemotongan belanja, belanja-belanja yang bisa dipotong secara natural itu banyak, misalnya belanja-belanja perjalanan dinas, belanja ATK (alat tulis kantor), penghematan untuk belanja-belanja barang yang lain, bahkan penghematan belanja-belanja modal dan sosial sudah terjadi. Jadi tidak ada pemotongan dalam arti pemotongan DIPA," katanya.
Penghematan belanja K/L menurut Anggito juga bisa dilakukan dengan melakukan sistem tender yang lebih baik. "Sehingga biaya lebih murah, kalau dalam anggaran komputer Rp 30 Juta bisa menjadi Rp 25 juta. Belanja modal untuk beli material dalam anggaran Rp 100, bisa dihemat jadi Rp 50, itu harus selalu diupayakan," ucapnya. (dnl/ir)











































