Peritel Tolak Jam Buka Dibatasi

Program Hemat Energi

Peritel Tolak Jam Buka Dibatasi

- detikFinance
Jumat, 04 Jul 2008 14:20 WIB
Peritel Tolak Jam Buka Dibatasi
Jakarta - Rencana pemerintah membatasi jam operasional industri terkait penghematan listrik langsung diprotes para peritel. Mereka mengklaim sudah membuat program efisiensi sendiri, dan menolak pembatasan jam operasional.

Penegasan itu disampaikan Presdir Ranch Market Nugroho Setiadharma di sela-sela seminar Indonesia International Halal Exhibition di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/7/2008).

"Kita sulit untuk menerapkan mengingat kita penjualannya lebih ke makanan. Masalahnya ada sayur buah dan daging yang mesin freezernya itu harus hidup 24 jam, jadi kalau dimatikan bisa rusak," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peritel mengaku sulit membatasi jam kerja operasional. Menurutnya, peritel sudah melakukan efisiensi tanpa perlu ada pembatasan jam operasional. Apabila pemerintah menaikkan tarif listrik pun peritel akan serta merta melakukan efisiensi.

Lebih baik setiap perusahan melakukan kebijakan penghematan masing-masing, kalau tidak akan merugikan perusahaan

"Jadi sebaiknya efisiensi yang menentukan perusahaannya misalnya sebelum jam buka karyawan dilarang untuk menghidupkan lampu dan AC dimatikan sebagian apabila sepi pengunjung," ujarnya.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Rudy R.J. Sumampauw mengatakan sebelum ada rencana pembatasan jam kerja ini sudah ada pemberitahuan efisiensi listrik kepada peritel. Dan hal itu sudah dilakukan seefisien mungkin. "Kalau mau efisien jangan dibatasi jam kerja," ujarnya.

Mengenai penjadwalan hari libur juga tidak mungkin diterapkan di peritel mengingat pembeli justru banyak berdatangan di hari Sabtu-Minggu. "Kalau diritel tidak bisa diterapkan," ujarnya.

Government Relation Manager Carrefour Satria Hamid Ahmadi menilai kebijakan ini harus dikaji mendalam, misalnya kalau mengurangi 1 jam saja sudah besar potensial lossnya, baik itu bagi perusahaan maupun bagi pemerintah.

Jika jam operasional dikurangi maka pemerintah bisa kekurangan setoran dari pajak PPN.

"Pemerintah juga bisa rugi, sumber PPN-nya bisa turun. Saya minta tidak perlu dibatasi jam operasional, karena Carrefour sendiri sudah melakukan penghematan ke dalam," ujarnya.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads