Â
Salah satu aset yang akan dimiliki PLN adalah pembangkit 10.000 MW tahap pertama yang nilainya bisa mencapai US$ 10 miliar.
Â
Demikian disampaikan Wakil Dirut PLN Rudiantara ketika dihubungi wartawan, Senin (7/7/2008).
Â
"PLN harus memikirkan bagaimana mengusahakan pendanaan, bisa dengan meleverage aset. Salah satunya dengan obligasi US$ 2 miliar, atau kalau 10.000 MW pertama jadi, total yang akan kita miliki US$ 10 miliar," ujarnya.
Â
Program pembangunan pembangkit 10.000 MW tahap kedua baru akan dibangun setelah semua tahap pertama selesai, yaitu pada 2011. Namun persiapan tender dan lainnya akan dimulai pada tahun depan.
Â
Proyek 10.000 MW kedua ini akan terdiri dari pembangkit berbahan bakar batubara, panas bumi, dan hidro. Investasi untuk membangun pembangkit berbahan bakar batubara diperkirakan US$ 1 juta per MW. Sementara untuk membangun pembangkit panas bumi dan hidro nilainya melebihi itu.
Â
Sementara Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menegaskan, pendanaan untuk 10.000 MW tahap kedua ini memang akan berat, sehingga timbulah opsi untuk menjual aset PLN.
Â
"Korporat (PLN) berpikir nanti kalau dibangun lagi 10.000 MW tahap kedua kan bebannya terlalu berat. Karena terlalu berat apakah tidak kemudian dia itu pakai sistem punyanya PLN dijual untuk modal. Itu sedang dievaluasi," jelasnya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta. (lih/ddn)











































