RI Belum Tembus Fortune 500

RI Belum Tembus Fortune 500

- detikFinance
Kamis, 10 Jul 2008 10:54 WIB
RI Belum Tembus Fortune 500
Jakarta - Telkom pernah bercita-cita untuk masuk daftar perusahaan-perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia versi 'Fortune 500'. Namun dalam daftar terbaru yang dirilis Fortune, belum ada satupun nama perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar prestise itu.

Telkom yang tahun 2007 memiliki pendapatan Rp 59 triliun atau sekitar US$ 6,4 miliar, masih jauh dari peringkat paling bawah yang diduduki Fluor yang memiliki pendapatan US$ 16,691 miliar dengan laba US$ 533 juta.

Sementara wakil China, India dan Meksiko di Fortune 500 semakin meningkat. China menempatkan wakil 29 perusahaan, dengan yang terbesar adalah Sinopec dengan pendapatan US$ 159 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

India menempatkan 7 perusahaan, yang dipimpin Indian Oil dan Reliance Industries. Rusia menempatkan 5 wakil, dengan yang terbesar adalah Gazprom.

Sedangkan perwakilan AS di Fortune 500 anjlok ke level terendahnya dalam satu dekade yakni hanya 153. Meski masih mendominasi Fortune 500, namun jumlahnya turun akibat terus merosotnya dolar AS membuat perusahaan di luar AS semakin mendapatkan keuntungan.

Wal Mart sekali lagi masih menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan dengan pendapatan terbesar yakni mencapai US$ 378 miliar.

Berikut daftar 50 perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 berikut pendapatannya dalam miliar dolar AS, seperti dikutip dari situsnya, Kamis (10/7/2008).

  1. Wal-Mart Stores (US$ 378,799 M)
  2. Exxon Mobil (US$ 372,824 M)
  3. Royal Dutch Shell (US$ 355,782 M)
  4. BP (US$ 291,438 M)
  5. Toyota Motor (US$ 230,201 M)
  6. Chevron (US$ 210,783 M)
  7. ING Group (US$ 201,516 M)
  8. Total (US$ 187,280 M)
  9. General Motors (US$ 182,347 M)
  10. ConocoPhillips (US$ 178,558)
  11. Daimler (US$ 177,167 M)
  12. General Electric (US$ 176,656 M)
  13. Ford Motor (US$ 172,468 M)
  14. Fortis (US$ 164,877 M)
  15. AXA (US$ 162,762 M)
  16. Sinopec (US$ 159,260 M)
  17. Citigroup (US$ 159,229 M)
  18. Volkswagen (US$ 149,054 M)
  19. Dexia Group (US$ 147,648 M)
  20. HSBC Holdings (US$ 146,500 M)
  21. BNP Paribas (US$ 140,726 M)
  22. Allianz (US$ 140,618 M)
  23. Crédit Agricole (US$ 138,155 M)
  24. State Grid (US$ 132,885 M)
  25. China National Petroleum (US$ 129,798 M)
  26. Deutsche Bank (US$ 122,644 M)
  27. ENI (US$ 120,565 M)
  28. Bank of America Corp. (US$ 119,190 M)
  29. AT&T (US$ 118,928 M)
  30. Berkshire Hathaway (US$ 118,245 M)
  31. UBS (US$ 117,206 M)
  32. J.P. Morgan Chase & Co. (US$ 116,353 M)
  33. Carrefour (US$ 115,5 M)
  34. Assicurazioni Generali (US$ 113,813 M)
  35. American International Group (US$ 110,064 M)
  36. Royal Bank of Scotland (US$ 108,392 M)
  37. Siemens (US$ 106,444 M)
  38. Samsung Electronics (US$ 106,006 M)
  39. ArcelorMittal (US$ 105,216 M)
  40. Honda Motor (US$ 105,102 M)
  41. Hewlett-Packard (US$ 104,286 M)
  42. Pemex (US$ 103,960 M)
  43. Societe Generale (US$ 103,443 M)
  44. McKesson (US$ 101,703 M)
  45. HBOS (US$ 100,267 M)
  46. International Business Machines (US$ 98,786 M)
  47. Gazprom (US$ 98,642 M)
  48. Hitachi (US$ 98,306 M)
  49. Valero Energy (US$ 96,758 M)
  50. Nissan Motor (US$ 94,782 M).

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads