"Kami menargetkan penguasaan pangsa pasar kabin ganda sebesar 12% tahun ini," ujar Direktur Indomobil Jusak Kertowidjojo usai peluncuran Wingle di hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/7/2008).
Pasar penjualan mobil kabin ganda tahun ini diperkirakan sebanyak 6.000 unit, naik 20% dibanding tahun lalu sebanyak 5.000 unit. Jusak mengatakan, Pertumbuhan pasar kabin ganda didorong bergairahnya sektor pertambangan, perkebunan dan konstruksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lonjakan harga komoditas akan mendorong korporasi untuk menggiatkan kegiatan operasional. Untuk memuluskan ini, korporasi butuh kendaraan operasional, salah satunya kabin ganda.
"Kami yakin 90% konsumen kami adalah segmen korporasi (fleet). Kami akan terus mencoba melakukan pendekatan ke mereka," paparnya.
Ia menambahkan, Wingle dirakit di pabrik milik PT National Assembler di kawasan Pulo Gadung dengan kapasitas terpasang 30 ribu unit setahun.
Kandungan lokal Wingle mencapai 25%. Selain merakit Wingle, pabrik ini juga melayani order untuk merakit Cherry, Foton dan KIA. Indomobil menghabiskan Rp 2,5 miliar untuk membeli jigs dan fixture untuk merakit Wingle.
Sementara bertindak sebagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) Wingle adalah PT Wahana Inti Central Mobilindo yang merupakan anak perusahaan Indomobil Group.
Wahana Inti sudah menyiapkan 10 dealer Great Wall di beberapa kota antara lain Palembang, Jakarta, Pontianak, Balikpapan, dan Makassar.
Jusak mengakui saat ini Indomobil sudah memiliki portofolio di segmen kabin ganda yakni Nissan Frontier. Namun harga Frontier terbilang mahal yakni sekitar Rp 300 juta. Sedangkan Wingle dilepas di harga Rp 193 juta on the road untuk wilayah DKI Jakarta.
(dro/qom)











































