Ketiga BUMN itu adalah PT Pembangunan Perumahan melalui IPO (Initial Public Offering), PT Waskita Karya melalui IPO dan PT Adhi Karya Tbk melalui rights issue.
Hal ini dikatakan oleh Menneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui usai rapat dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis malam (10/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan mencontohkan untuk rencana rights issue Adhi Karya, menurut Sofyan jika harus digelar tahun ini maka hasil yang diraih tidak akan optimal.
"Tidak harus tahun ini karena dengan harga (saham) sekarang Adhi Karya cuma Rp 600 perak harganya, kalau kita jual itu tidak dapat apa-apa kita. Untuk Adhi Karya ya kalau bisa akhir tahun ini, kalau tidak bisa ya tahun depan," tuturnya.
Sofyan mengaku lebih mengutamakan terlaksananya IPO PTPN III, PTPN IV dan PTPN VIII serta PT Krakatau Steel dengan kondisi pasar saat ini.
"Dengan kondisi pasar sekarang privatisasi BUMN Karya tidak bisa dilakukan, tapi sebenarnya yang lebih penting sekarang ini adalah PTPN III, IV, VII dan Krakatau Steel, karena jauh lebih mudah karena kondisi pasar yang bagus saat ini adalah perkebunan," paparnya.
(dnl/ir)










































