Jam Kerja Pindah Sabtu- Minggu, Pengusaha Khawatir Tekor

Jam Kerja Pindah Sabtu- Minggu, Pengusaha Khawatir Tekor

- detikFinance
Jumat, 11 Jul 2008 16:20 WIB
Jam Kerja Pindah Sabtu- Minggu, Pengusaha Khawatir Tekor
Jakarta - Para pengusaha meminta pemerintah menjamin masalah ketenagakerjaan sebagai dampak pengalihan jam kerja ke hari Sabtu-Minggu. Pengusaha khawatir para pekerjanya menganggap bekerja di hari Sabtu-Minggu sebagai lembur.
 
Sekretaris Umum Apindo Anton J Supit menjelaskan, jika mempekerjakan pegawainya pada hari yang dianggap libur, maka pengusaha harus membayar 3 kali lipat dari hari biasa.
 
"Kalau pekerja lembur di hari biasa, dibayar 1,5 kali lipat pada jas pertama. Lalu jam keduanya dibayar 2 kali lipat. Tapi kalau pekerja kita masuk pada hari libur, maka kita harus bayar 3 kali lipat langsung dari hari biasanya. Artinya, kalau bekerja 5 jam, kita bayar 15 kali lipat. Tekor, deh," katanya.
 
Anton menyampaikan keluhannya itu disela-sela sosialisasi pengalihan jam kerja industri di Departemen Perindustrian, Jakarta, Jumat (11/7/2008).
 
Menurutnya, pemerintah harus membuat aturan tambahan yang menegaskan bahwa terkait program pengalihan jam kerja industri ini, maka bekerja di Sabtu/Minggu bukan dianggap lembur.
 
"Supaya kita punya pegangan untuk memberi tahu karyawan. Asumsi pegawai kan kalau Minggu ya hari libur, waktunya sama keluarga. Kalau tiba-tiba disuruh kerja, mana langsung mau," katanya.
 
Bahkan Ketua Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia Widjonarko Tjokroadisumarto menegaskan, pemerintah harusnya menjamin para pengusaha jika sampai dirugikan adanya gejolak sosial.
 
"Pemerintah harusnya mengeluarkan surat jaminan bila pengusaha dituntut pegawainya, lalu kalah di pengadilan. Itu harus diganti negara," katanya.
 
Menanggapi ini, Menteri Perindustrian Fahmi Idris menjelaskan, masalah buruh ini akan ditangani langsung Menakertrans Erman Soeparno. Rencananya, Erman akan mengadakan pertemuan dengan serikat pekerja-serikat pekerja pada Senin (14/7/2008).



(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads