Hal ini dikatakan oleh Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/7/2008).
"Pada 2007-2007 kita pernah mengalami stok yang hanya 400.000, dan akhir 2007 kita punya 1,5 juta ton, maka stok kita sekarang sangat cukup," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor besar pertama dikatakan Bayu adalah ramalan BPS tahun ini yang menunjukkan peningkatan produksi yang kurang lebih sama dengan tahun lalu sekitar 4,7-4,8%.
"Itu menenangkan pasar dan faktor kedua panen gaduh akan terjadi justru pada saat Ramadan dan Lebaran itu, sekitar Agustus-September, itu akan membuat harga relatif stabil," katanya.
Kemudian faktor eksternal juga mendukung komoditas ini pada saat ini, yang sekarang agak lebih reda tidak panik seperti kemarin. Karena kepanikan di regional sekarang tidak ada, kebutuhan Filipina sudah mulai dipenuhi dan kesepakatan-kesepakatan regional baik pada ASEAN dan Asia sudah tercapai untuk bersama-sama menjaga beras.
'Jadi harga beras diperkirakan akan relatif stabil," tuturnya.
Bayu mengatakan yang perlu dicermati adalah faktor bencana. "Tapi mudah-mudahan tidak ada banjir dan kekeringan, dan kemungkinan situasi di bulan Desember dan Januari, diakhir tahun setelah melewati lebaran, pada bulan-bulan itu petani mulai tanam jadi belum ada panen," ujarnya.
Kemudian untuk menjaga suplai beras selalu terjaga, Bayu mengatakan pengadaan pemerintah diintensifkan.
"Untuk itu kita membantu para petani dari sudut produksi, seperti untuk benih dan pasca panen dengan terpalisasi, termasuk pada Bulog untuk membantu petani mengembangkan terpalisasi, di samping itu kita juga bantu untuk meringankan beban, beban biaya kan ditransfer dari pedagang, pengumpul dan petani. Kita bantu untuk biaya karung biaya angkut, biaya tenaga kerja kita bantu sehingga pengadaan beras oleh pemerintah dapat lebih terjaga," paparnya.
(dnl/ir)











































