Dirut Pertamina Ari Soemarno akhirnya menegaskan niatnya itu dalam diskusi mengenai impor minyak Pertamina di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
"Natuna harus jadi operator, saya katakan sekarang secara terbuka. Meskipun untuk dapat teknologi harus mendapat partner dulu, tetapi operator tetap harus Pertamina," katanya.
Lapangan Natuna D Alpha merupakan lapangan gas dengan kadar CO2 yang tinggi sampai 70%. Sehingga dibutuhkan teknologi khusus untuk memisahkan gas dari kandungan CO2-nya.
Teknologi khusus ini akhirnya berbuntut pada kebutuhan investasi yang juga tidak sedikit. Dua kebutuhan ini, teknologi dan dana investasi, membuat Pertamina mengaku tidak bisa mengelola Natuna seorang diri.
Beberapa perusahaan kelas kakap pun sudah menyatakan minatnya untuk meminang Pertamina, namun hingga kini Pertamina belum menunjukkan siapa yang akan mendampinginya mengelola Natuna. (lih/qom)











































