Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7/2008).
"Perubahan harga minyak dan inflasi yang sangat signifikan menyebabkan subsidi dan beban utang kita pada APBN-P 2008 berubah," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk subsidi listrik juga ada tambahan Rp 28,1 triliun, dari Rp 60,3 triliun menjadi Rp 88,4 triliun, subsidi pupuk juga bertambah Rp 7,4 triliun, dari Rp 7,8 triliun menjadi Rp 15,2 triliun. Lalu untuk subsidi raskin bertambah Rp 3,4 triliun, dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 12 triliun," tuturnya.
Sri Mulyani menjelaskan pemerintah memahami situasi saat ini sangat dinamis dan APBN-P tidak bisa mengelola seluruh situasi ekonomi yang terjadi. Ini juga yang membuat pemerintah meminta persetujuan DPR untuk menambahkan cadangan fiskal sebesar Rp 2 triliun agar APBN-P bisa menahan laju lonjakan harga minyak hingga US$ 150 per barel. (dnl/ir)











































