Qantas juga membatalkan rencana untuk menyewa 1.200 pegawai dan memangkas proyeksi kapasitas pertumbuhan untuk 2008-2009 dari 8% menjadi 0%. Qantas juga akan mempensiunkan 22 pesawatnya yang sudah uzur.
"Karyawan yang akan dikurangi terutama untuk area non operasional, meski sejumlah posisi di divisi operasional juga akan dikurangi. Lebih dari 20% dari manajemen kami dan pendukung kantor pusat juga akan dikurangi," ujar Chief Executive Qantas, Geoff Dixon seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini diharapkan bisa melindungi posisi daya saing Qantas. Dixon berharap perusahaan dan juga 36.000 karyawan bisa membuat pertumbuhan laba di masa mendatang disaat kondisi sudah membaik.
Pemangkasan karyawan termasuk juga 99 pekerja call center di London dan Tucson. Sementara selain mengistirahatkan pesawat tuanya, Qantas akan menggunakan pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar seperti Airbus A380 dan Boeing B787.
Bahan bakar mengambil porsi 35% dari belanja maskapai. Qantas memperkirakan biaya bahan bakarnya akan naik lebih dari US$ 2 miliar selama 2008-2009. (qom/ir)











































