Bahkan dari ketiga sektor tersebut, sektor pertambanganlah yang menjadi primadona dari kalangan pengusaha China tersebut untuk memutar uangnya di Indonesia.
"Kami sangat minati pertambangan, properti, energi, tapi paling utama bagi kami adalah kepastian hukum, bisa kembali mendapatkan keuntungan, dananya bisa investasi kembali kenegara lain atau pun Indonesia," kata Ketua asosiasi Pengusaha China Lu Junqing.
Ia menyampaikan hal itu kepada wartawan disela-sela acara Konvensi Bisnis Internasional Pengusaha dan Pengusaha Tionghoa Terkemuka Sedunia di Jakarta, Jumat (18/7/2008).
Dikatakannya, sekarang ini sektor pertambangan merupakan sektor yang hangat-hangatnya diincar oleh pengusaha China, walaupun sektor lainnya seperti pertanian menjadi hal yang menarik bagi investor China.
Ia menambahkan, sektor ini merupakan sektor raksasa yang sangat sarat modal. Dicontohkannya, untuk menghasilkan 100 juta ton mineral tertentu bisa membutuhkan dana US$ 10 miliar. Ia mengakui memang tidak mudah mencari rekan bisnis di Indonesia karena membutuhkan waktu.
"Target ini investasi raksasa jadi tidak mudah harus cari partner," katanya.
Menggiurkannya sektor pertambangan di Indonesia, telah membuat beberapa pemain China yang sudah berinvestasi di Indonesia memperluas minatnya ke sektor pertambangan. Seperti Xin Xiwang Group yang telah mengembangakan industri pakan ternak di Indonesia
"Kami bermain di pakan ternak, berikutnya akan masuk bidang pertambangan nikel, untuk pakan ternak kami sudah punya dua lokasi yaitu Jakarta 200.000 ton per tahun, Surabaya 150.000 ton," kata General Manager Xin Xiwang Group Perwakilan Indonesia Yao Bi Quan.
Sementara itu Meneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan, dari hasil percakapannya dengan para calon investor China, bahwa terungkap animo yang sangat besar dari kalangan investor China untuk berinvestasi di Indonesia termasuk pertambangan.
"Mereka bersemangat, terkait privatisasi tidak ada yang spesifik ini lebih pada forum besar. Bahkan ada , dari mereka mau bisnis tembaga, bertanya siapa yang menjadi partner yang cocok. Saya tidak berani merekomendasikan. Nanti kalau masalah teknis mungkin akan datang ke kantor saya," katanya.
(hen/qom)











































