Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal usai diskusi impor BBM di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (22/7/2008).
"Untuk sekarang, karena kilang Cilacap kita mau overhaul, makanya aspal kita nggak produksi, tapi habis itu produksi lagi," katanya.
Mengenai pengurangan produksi aspal, Faisal mengatakan hal itu masih dalam kajian. Namun jika kedepannya harga aspal jauh lebih murah ketimbang harga BBM, maka bisa saja hal itu diputuskan. Harga aspal dipasaran saat ini sekitar US$160/ton, sementara BBM mencapai US$ 400.
"Kita lihat kalau seandainya fuel oil (BBM) lebih menguntungkan, kita akan produksi lebih banyak. Kita targetnya kan cari laba, nanti aspalnya kita impor," jelasnya.
Konsumsi aspal nasional saat ini sekitar 1,2 juta ton per tahun, dan produksi Pertamina sekitar 600 ribu per tahun. (lih/qom)











































