Kepala Riset Recapital Securities, Poltak Hotradero mengatakan saat ini fluktuasi harga minyak didorong oleh dua faktor utama.
Pertama, faktor non fundamental yaitu adanya permintaan (demand) yang mencapai 8 kali lipat dari demand riil di pasar berjangka internasional. Kedua, faktor fundamental dari harga minyak itu sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan Poltak di acara diskusi bertajuk 'Masih Optimiskah Pasar Bursa Indonesia' di Mercantile Club, Wisma BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/7/2008).
Sementara sisi fundamental lain yang mempengaruhi adalah faktor musiman. Poltak menjelaskan, biasanya minyak itu secara umum dikategorikan dalam tiga kelompok yakni bensin, minyak tanah yang keduanya untuk transportasi dan satu lagu heating oil untuk pemanasan.
Pada musim panas kenaikan harga minyak secara fundamental dimotori oleh penggunaan bensin dan minyak tahah untuk transportasi.
"Nah ini kemarin yang kita lihat minyak sempat naik, yang salah satu faktornya adalah penggunaan untuk transportasi itu. Ketika harga minyak sudah mulai melandai dan cenderung turun itu terjadi akhir musim panas seperti sekarang," ujar Poltak.
Untuk memastikan arah harga minyak ke depan, menurut Poltak harus melihat dulu faktor fundamental pada musim dingin mendatang.
"Karena biasanya pada musim dingin itu heating oil mendorong harga minyak untuk naik, jadi kita bisa memastikan itu apakah yang memotori kenaikan harga minyak adalah fundamental atau bukan setelah kita memantau harga minyak untuk musim dingin," jelas Poltak. (ir/qom)











































