Selain itu, ancaman topan Dolly di Teluk Meksiko yang semula dikhawatirkan menyerang instalasi minyak di wilayah tersebut kini sudah menjauh.
Alhasil, dengan dua berita gembira itu, harga minyak di New York pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (23/7/2008) untuk minyak jenis light sweet pengiriman September turun US$ 3,98 menjadi US$ 124,44 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Phil Flynn, analis dari Alaron Trading mengatakan pasar juga terpengaruh dengan pernyataan Presiden Bank Sentral (Federal Reserve) bagian Philadelphia yang mengatakan the Fed kemungkinan akan segera menaikkan suku bunga.
"Pernyataan ini telah menolong dan membantu penurunan harga komoditas," kata Flynn seperti dilansir dari AFP, Kamis (24/7/2008).
Harga minyak telah jatuh hingga US$ 23 sejak 11 Juli 2008 saat harga minyak mencatat kenaikan rekor tertinggi di level US$ 147.
Sementara Badan Informasi Energi AS (US Energy Information Administration/EIA) mengatakan cadangan minyak di AS turun menjadi 1,6 juta barel per 18 Juli yang diluar ekspektasi pasar yang memperkirakan turun menjadi 600 ribu barel. Namun EIA mencatat cadangan bensin justru naik di posisi 2,9 juta barel.
(ir/ir)











































