Sekretaris Jenderal Depkeu Mulia Nasution mengatakan saat ini Ditjen Pajak membutuhkan lebih 1.200 tenaga auditor baru. Karena itu, pada seleksi pegawai Depkeu yang dilakukan tahun ini hampir setengahnya akan dijadikan pegawai di Ditjen Pajak.
"Jadi untuk Ditjen Pajak membutuhkan lebih dari 1.200 orang, di pajak khusus akuntan. Bahkan kita mengutamakan akuntan yang berlisensi, walaupun jumlahnya saat ini belum banyak, karena rata-rata mereka sudah bekerja," ujarnya di sela-sela tes seleksi pegawai Depkeu di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (30/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan ekonomi kita meningkat, potensi perpajakan kita juga digali dan itu membutuhkan SDM yang punya latar belakang keahlian. Jadi bukan sembarang pemeriksa pajak yang tidak punya latar belakang keahlian. Kita harapkan ke depannya pemeriksa ini dapat berhadapan dengan pengusaha kita sehingga dapat terlayani dengan baik," tuturnya.
Memang pada hari ini Depkeu melakukan tes seleksi calon pegawai yang dilakukan serentak di kote-kota Banda Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Denpasar, Kupang, Makasar, Manado, Jayapura, Palembang.
"Jumlah yang ikut 59.000 yang disaring dari 90.000 yang masuk, dan yang akan diambil adalah 2.500 tapi tergantung MenPAN," imbuh Mulia.
Seleksi ini untuk pengisian jabatan tahun 2013 di tingkat esolon IV dan diproyeksikan menjadi pejabat 2013. Sebelum 2013 menjadi pelaksana biasa, mulai Januari 2009 diangkat kemudian dididik dan dilatih untuk memenuhi kompetensi.
"Kita juga butuh tenaga di luar akuntansi karena kebanyakan selama ini dari lulusan STAN. Padahal yang diperlukan itu macam-macam. Bisa ekonom, ahli makro, psikolog, insinyur, banking, finance, aktuaria, dan sebagainya. Dengan demikian kita akan lebih terbantu mengembangkan kapasitas dari institusi kita," paparnya.
Tes akan dilakukan dalam 3 tahap, dan hari ini adalah tes potensi akademik. "Semakin lama harus semakin baik. Dan dari proses itu juga kita telah melakukan perbaikan, misalnya dulu kan pendaftaran masih harus datang langsung berbondong-bondong sehingga ada ekses-ekses di tempat-tempat pendaftaran. Kalau sekarang semua sudah lewat internet," katanya.
(dnl/qom)











































