Hal tersebut disampaikan Dirut Garuda Emirsyah Satar usai menghadiri acara diskusi mengenai BUMN yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (31/7/2008).
"Dana ini tidak bisa kita dapatkan dari pemerintah sebagai pemegang saham, karenakan dana APBN kita terbatas, kemarin saja PMN (Penyertaan Modal Negara) hanya US$ 100 juta," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita perbaiki Garuda agar pertumbuhannya sustainable, kita perlu modal besar karena membangun airlines itu mahal dan harus punya modal yang besar," ujarnya.
Privatisasi ini dikatakan Emir kemungkinan besar baru bisa terlaksana awal tahun depan. "Untuk lebih lanjut akan dibicarakan dengan pemerintah dan DPR, jadi proses sudah berjalan," ucapnya.
(dnl/ddn)











































