Defisit migas di bulan April tercatat sebanyak US$ 350 juta, angka ini sempat menyusut menjadi US$ 50 juta pada bulan Mei 2008.
Berdasarkan data yang diolah detikFinance dari Badan Pusat Statistik, Jumat (1/8/2008) ekspor migas mengalami penurunan sebesar 7,29 persen dari US$ 3,214 miliar menjadi US$ 2,980, miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan ekspor migas Juni 2008 terhadap Mei 2008 lebih disebabkan oleh menurunnya volume ekspor minyak mentah, hasil minyak serta ekspor gas masing-masing sebesar 24,11 persen, 19,25 persen dan 5,93 persen.
Pengamat ekonomi Faisal Basri sebelumnya menjelaskan, akibat dari defisit ini sektor migas menjadi tidak bisa berkontribusi untuk cadangan devisa secara optimal. Padahal, selama ini sektor migas selalu menjadi andalan untuk menyokong cadangan devisa negara.
"Padahal potensi kita dari gas cukup besar, tapi nampaknya impor kita sudah sangat banyak. Makanya butuh penghematan," ujarnya waktu itu.
(ddn/ir)











































