"Kami akan mencoba membantu untuk kredit pangan. BUMN itu punya anggaran untuk membantu lewat subsidi bunga, bunganya sebesar 3% flat. Rencananya tahun ini tapi kita tidak ada target waktu kalau tahun ini tidak bisa tahun depan," kata Deputi Bidang Perbankan Meneg BUMN Parikesit Soeprapto dalam acara kerjasama PNM dan Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) di Menara Kadin, Jakarta,(4/8/2008).
Bunga subsidi itu, untuk kredit kemitraan. Sedangkan dukungan dari perusahaan BUMN berupa Program Kerja Bina Lingkungan (PKBL) untuk program kredit lunak dan pinjaman lunak.
"Nah itu untuk ketahanan pangan anggarannya Rp 800 miliar. Tapi ini melibatkan dana penjaminan seperti Jamkrindo, Askrindo dan ASEI. Kementerian hanya koordinasi lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































