Pada perdagangan Selasa (5/8/2008), kontrak utama minyak jenis light ditutup merosot 2,24 dolar ke level US$ 119,17 per barel. Kontrak ini sudah merosot hampir 20% dari level tertingginya di US4 147 per barel yang direngkuh pada 11 Juli lalu.
Sementara minyak jenis Brent pengiriman September juga merosot hingga 2,98 dolar ke level US$ 117,70 per barel. Pada Senin kemarin, kontrak ini untuk pertama kalinya juga merosot hingga US$ 119 per barel setelah Departemen Perdagangan AS mengeluarkan data yang menunjukkan melemahnya belanja konsumen AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda-tanda melemahnya perekonomian termasuk AS sebelumnya telah dilontarkan oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang selanjutnya memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga kuncinya di level 2%.
AS merupakan negara konsumen minyak terbesar. Setiap data yang dirilis selalu menjadi faktor penentu pergerakan harga minyak. Dengan proyeksi melambatnya perekonomian AS ini, maka diperkirakan tingkat permintaan terus berkurang.
(qom/qom)










































