Harga Minyak Beri APBN Harapan

Harga Minyak Beri APBN Harapan

- detikFinance
Jumat, 08 Agu 2008 09:29 WIB
Harga Minyak Beri APBN Harapan
Jakarta - Harga minyak yang sempat menurun hingga jatuh di bawah US$ 120 per barel memberi harapan bagi APBN 2008. Jika harga minyak mampu bertahan di kisaran US$ 100-120 per barel, maka APBN masih bisa terselamatkan.

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto, jika harga minyak hanya berfluktuasi di kisaran US$ 100-120 per barel, maka subsidi energi yang mencakup subsidi BBM dan listrik akan berada di kisara Rp 170-235 triliun.

"Dengan asumsi volume konsumsi BBM 37 juta kilo liter per tahun, subsidi tersebut memang masih besar dan membebani APBN. Tetapi masih bisa ditanggung APBN karena ada penghematan anggaran dari kenaikan BBM pada Mei lalu," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jumat (8/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gurbenur OPEC Maizar Rahman memrediksi harga minyak bisa turun ke level US$ 100 meski akan tetap berfluktuasi sampai US$ 120 per barel

Dia beralasan permintaan minyak dunia yang menurun sehingga membuat pasokan dunia saat ini agak berkurang, akibatnya harga minyak akan menurun.

"Ketegangan Iran-Barat nampaknya agak diabaikan pasar. Spekulan beramai-ramai melepas minyaknya, harga berpotensi turun sampai US$ 100 per barel dan berfluktuasi sekitar US$ 100-120 per barel," ujarnya dalam pesan singkat.

Namun menurut Pri Agung, akan sulit untuk memastikan apakah penurunan harga minyak akan benar-benar sampai pada titik tersebut. Karena yang berpengaruh saat ini adalah faktor-faktor non fundamental yang juga sulit diprediksi.

Meski begitu, pernyataan Presiden OPEC Chakib Khelil beberapa saat lalu bahwa harga minyak bisa turun sampai level US$ 70-80 per barel akan mempengaruhi pergerakan harga minyak.

"Karena pernyataan itu secara tidak langsung sebenarnya menunjukkan di kisaran level harga itulah sebenarnya biaya yang masih wajar untuk memproduksikan minyak mentah," tambah Pri Agung.
(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads