Harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives kemarin turun tajam, meski belum menuju level terendahnya. Namun harga CPO diprediksi akan segera melorot ke RM 2.000-2.500 bersamaan dengan turunnya harga komoditas lain.
Pada penutupan kemarin, kontrak CPO turun hingga 4,3% ke level terendah dalam 10 bulan. Untuk harga patokan kontrak Oktober di Bursa Malaysia turun 120 ringgit ke level RM 2.659 per ton, atau yang terendah sejak 11 Oktober 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain CPO, harga komoditas lain yang juga turun adalah emas. Harga emas yang sebelumnya sempat mendekati level US$ 1.000 per ounce, diprediksi akan melorot di bawah US$ 800 per ounce.
Harga emas kemarin merosot hingga US$ 40 menyusul penguatan tajam dolar, anjloknya harga minyak dan semakin pulihnya pasar saham. Harga emas di pasar spot turun ke level US$ 820 pada perdagangan Senin kemarin di New York.
Harga emas sebenarnya terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir. Jika harga pada tahun 2001 hanya di kisaran US$ 250, maka pada tahun 2008 harga naik tajam. Rekor tertinggi harga emas dicapai pada 17 Maret saat menembus US$ 1.030,80.
"Jelas sekali ada break teknikal. Dan jelas sekali ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak dan pergerakan dolar/euro. Ini adalah kombinasi dari berbagai hal. Anda dapat melihat sedikit kepanikan di pasar emas saat ini," ujar Bruce Dunn, vice president dari Auramet Trading.
Harga emas diprediksi masih akan turun lagi jika dolar AS terus menguat sementara harga minyak mentah terus turun.
"Jangan terkejut untuk melihat harga akan terus turun jika dolar AS terus menguat sementara harga minyak terus turun. Belum terjadi kondisi oversold. Tanpa Rusia, saya kira kita akan melihat harga turun hingga US$ 700," jelas Zachary Oxman, analis dari Wisdom Financial di Newport, California.
Harga minyak pada perdagangan Senin (11/8/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light ditutup naik 75 sen ke level US$ 114,45 per barel. Harga minyak bahkan sempat menyentuh US$ 112,72 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 66 sen ke level US$ 112,67 per barel. (qom/ir)











































