Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Berkualitas

Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Berkualitas

- detikFinance
Sabtu, 16 Agu 2008 15:08 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Berkualitas
Jakarta - Hingga kuartal II-2008 ekonomi Indonesia masih terus tumbuh di atas 6% tepatnya 6,39%. Namun pencapaian pertumbuhan Indonesia selama ini ternyata belum masuk kategori berkualitas.

Masih tingginya angka pengangguran dan kemiskinan adalah bukti pertumbuhan ekonomi tidak berkulitas karena tidak bisa memperbaiki kesejahteraan masyarakat miskin.

"Dalam konteks stabilitas makro, pemerintah memang berhasil namun pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sepenuhnya berkualitas. Yang menjadi masalah adalah pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah belum diikuti pengurangan kemiskinan dan pengangguran," kata ekonom Bambang Sumantri Brojonegoro yang juga menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (16/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tersebut, menurut Bambang ada tiga solusi yang bisa dilakukan, pertama, pada tahun 2009 Indonesia harus mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang inflasinya tidak tinggi. Kedua, mendiversifikasikan sumber pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya bergantung pada ekspor berbasis komoditi. Ketiga, membangkitkan kembali sektor manufaktur.

"Jadi diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi tidak lagi pada ekspor yang basisnya komoditi. Kita harus mengganti dengan basis investasi yang sifatnya domestik. Pertumbuhan dengan dasar investasi kan lebih banyak menampung tenaga kerja," kata Bambang.

Begitu juga dengan sektor manufaktur yang harus dibangkitkan kembali. "Kalau kemarin kita bisa survive karena sektor komoditi, tapi itu tidak seterusnya," ujar Bambang.

Untuk tahun 2009, Bambang mengaku optimistis target pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai 6% terutama jika harga minyak mentah dunia tidak melebihi level US$ 120 perbarel.

"Dengan kondisi itu ketidakpastian harga minyak dan harga komoditi yang sangat luar biasa, pertumbuhan ekonomi kita diperkirakan bisa mendekat sampai 6%," pungkas Bambang. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads