Direktur Pembangkit Jawa Madura Bali PLN Murtaqi Syamsuddin menjelaskannya disela-sela persemian website CSR, di Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (19/8/2008).
Menurut Murtaqi, kenaikan beban ini dipicu banyaknya industri yang berlomba-lomba menaikkan produksi sehingga konsumsi listriknya pun bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia menambahkan, peningkatan beban itu bisa ditekan melalui program penghematan listrik di sektor industri dan bisnis seperti mal, perkantoran dan hotel.
Penghematan di sektor industri saat ini mencapai rata-rata 180 MW. Sementara untuk sektor bisnis akan dimulai 25 Agustus 2008 dengan target 200 MW.
Dirut PLN Fahmi Mochtar menambahkan, PLN sudah menjadwalkan kluster-kluster industri dan bisnis yang harus mengalihkan jam kerja ataupun menggunakan genset.
"Mereka sudah kita jadwalkan untuk tidak menggunakan listrik PLN dulu pada saat tertentu. Kalau sampai tidak dilakukan lalu terjadi kelebihan beban puncak, maka mereka menjadi prioritas yang akan dipadamkan," katanya.
(lih/qom)











































