Merpati Tak Minus Lagi Mulai 2009

Merpati Tak Minus Lagi Mulai 2009

- detikFinance
Jumat, 22 Agu 2008 06:24 WIB
Merpati Tak Minus Lagi Mulai 2009
Jakarta - Setelah melakukan restrukturisasi melalui efisiensi jumlah pegawai yang akan dilakukan mulai 8 September 2008 ini, PT Merpati Nusantara Airlines menargetkan perbaikan cash flow dan neraca keuangannya agar kembali positif di 2009.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti usai rapat mengenai restrukturisasi Merpati bersama Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dan Menneg BUMN Sofyan Djalil, di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis malam (21/8/2008).

"Masalah cash flow dibenerin dulu, supaya targetnya Oktober-November 2008 cash flow positif, baru kemudian masalah yang kedua adalah memperbaiki neraca rugi laba," kata Bambang yang baru saja menjabat sebagai Dirut Merpati ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, lanjut dia, pendapatan akan dinaikkan dengan cara menerbangkan pesawat-pesawat yang sementara ini di-grounded.

"Dimulai 2008, setelah akhir tahun cash flow bagus baru kita perbaiki neraca. Jadi target di 2009 adalah supaya jangan merah raport-nya," tuturnya.

Bambang menjelaskan saat ini ada 3 masalah utama yang dihadapi Merpati dari sisi keuangan yang membuat perusahaan penerbangan milik negara ini menghadapi masalah keuangan.

"Sudah neraca atau balance sheet-nya merah, profit and loss merah dan cash flow merah. Jadi sebetulnya secara finansial sebenarnya sudah bangkrut, tapi bisa bertahan karena secara operasional kita punya orang-orang yang hebat. Pilot-pilot kita hebat, kemudian engineer kita hebat, itu yang membuat kuat, tenaga-tenaga lapangan hebat. Kan sayang, cuma karena jumlah pesawatnya dari tahun ke tahun turun terus," paparnya.

Rencananya memang pada 8 September 2008 ini, Merpati akan membayarkan gaji dan pesangon kepada 1.300 pegawai yang di PHK dengan dana Rp 223 miliar dari Rp 300 miliar dana yang disuntik oleh pemerintah untuk menyelamatkan Merpati.

"Sisanya (dari Rp 300 miliar) untuk memperbaiki profit and loss dengan cara memperbaiki revenue dengan cara memperbaiki pesawat-pesawat yang sementara ini diparkir karena tidak punya uang, kalau biaya perawatan sih ada. Dari 18 pesawat yang beroperasi kalau bisa kita tingkatkan menjadi 25 pesawat, sehingga bisa perbaiki bisnis," ujarnya.

Sementara mengenai kekhawatiran adanya demonstrasi dari para karyawan yang di PHK, Bambang mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan yang baik dengan para karyawan tersebut.

"Kami terus melakukan pendekatan, tadi juga kami melakukan pendekatan bahwa demo-demo itukan suatu ekspresi ke pertanyaan. Jadi orang demonstrasi karena ada sebuah pertanyaan besar. Nah, kalau saja kita mampu menjawab pertanyaan besar ini ya mereka juga tahu untuk apa mereka demo, dan inilah persoalannya," katanya.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads