Pasar Bus Mewah Naik Daun

Pasar Bus Mewah Naik Daun

- detikFinance
Selasa, 26 Agu 2008 16:40 WIB
Pasar Bus Mewah Naik Daun
Bogor - Pasar mobil segmen komersial untuk jenis bus luxury terus mengalami permintaan yang sangat tinggi seiring naiknya permintaan mobil bus beberapa tahun terakhir. Mercedes Benz salah satu produsen mobil bus mewah kewalahan memenuhi permintaan ini.

Tahun ini Mercedes Benz menargetkan produksi 450 sampai 470 unit sedangkan permintaan  sampai 600 unit 700 per tahun padahal tahun 2007 lalu permintaan bus Mercy hanya 300 unit. Secara nasional  volume permintaan pasar bus tahun ini ditaksir bisa menembus 1.200 unit.

"Supply lebih kecil dari pada demand, permintaan indent 3 sampai 4 bulan," ujar Presiden Direktur PT Mecedes Benz Indonesia Rudy Borgenheimer di pabrik perakitan Mercedes Benz di Gunung Putri Bogor, Selasa (26/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudy sangat optimis dengan kondisi politik yang kondusif setelah pemilu dan dibangunnya fasilitas infrastruktur seperti tol pada tahuh 2010, permintaan bus segmen ini akan terus menggeliat.

Ia mencontohkan produk bus Mercy OH 1525 dijual seharga Rp 450 juta (untuk sasis dan mesin)  cukup laris, sedangkan bila telah dijual utuh melalui karoseri bisa mencapai Rp 900 juta. OH 1525 telah memilik kandungan lokal 30% atau 60% setelah dirakit di karoseri dengan mesin yang masih harus diimpor dari Brazil.

"Permintaan bus juga cukup tinggi didunia sehingga, 2009 kita optimis akan produksi lebih, memang kita ada  kuota dari prinsipal, mereka melihat juga dari sisi profitnya," katanya.

Untuk mengimbangi permintaan tadi, pihaknya dengan prinsipal di Jerman sedang mendiskusikan untuk menjajaki basis produksi mobil Mercedes Benz untuk segmen ini di Indonesia.

"Saya mendukung untuk produksi bus di Indonesia sekarang ini masih diskusi dengan para insinyur," ungkapnya.

Namun dikatakan Rudy, untuk membuat sebuah produk sebagai basis produksi tidaklah mudah karena harus memenuhi persyaratan yaitu produk yang dibuat harus bisa diterima pasar dengan skala produksi yang besar dan harga yang kompetitif.

"Dari sisi persaingan dengan beberapa kompetitor, kita lebih maju dengan mesin euro 3 walaupun dari sisi harga lebih mahal 30%, tetapi dari sisi bahan bakar lebih baik, 3 tahun bisa balik investasi," paparnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads